Pages

Selasa, 14 Juni 2011

Diagnosa Harddisk Dengan Windows Surface Scanner

Kerusakan ?sik pada harddisk biasanya dideteksi dengan adanya  bad sector, dan sering ditandai dengan system freeze yang frekuensinya sering. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk tujuan diagnosis harddisk adalah Windows Surface Scanner.

Setelah mengetahui bad sector, selanjutnya dapat diambil tindakan perbaikan menggunakan utilitas
Windows Check Disk. Jangan pernah sekali pun menghentikan proses scan drive pada Windows Surface Scanner yang sedang berjalan dengan  brute force karena dapat mengakibatkan kerusakan yang lebih parah, namun sebaiknya lakukan penghentian scan secara sementara.
Download Windows Surface Scanner di http://www.dtidata.com/free_data_recovery_software/windows_surface_scanner.exe

Incoming search terms:

Related posts:
  1. Download Rapidshare, Ziddu, Megaupload dsb Tanpa Ribet dengan Mipony
  2. Capture Screen Film dengan Scenegrabber

Langkah Langkah Menginstall Windows 7 ~ aRDy BloG

Membuat Film Sederhana Dengan Photofilmstrip; Diagnosa Harddisk Dengan Windows Surface Scanner; Download Rapidshare, Ziddu, Megaupload dsb Tanpa R...


Solution

Tool untuk melakukan diagnosa memperbaiki harddisk ... Hard Disk Sentinel 0.02 Tool untuk mengamamti ... untuk mendiagnosa HDD Low-level dengan melakukan surface ...


Dapatkan 3000 Backlink Dengan Sekali Klik ~ aRDy BloG

Membuat Film Sederhana Dengan Photofilmstrip; Diagnosa Harddisk Dengan Windows Surface Scanner; Download Rapidshare, Ziddu, Megaupload dsb Tanpa R...


bonie

Ada banyak cara untuk mengecek bad sector pada hard disk. Salah satunya adalah dengan menggunakan software “ Windows Surface Scanner”. Windows Windows Surface ...


Periksa Bad Sectors pada Hard Disk Dengan Windows Surface Scanner

Ada banyak cara untuk memeriksa bad sector pada hard disk. Salah satunya adalah dengan menggunakan software "Windows Surface Scanner".


Cek Hard disk Bad Sector dengan Windows Surface Scanner

Windows Surface Scanner merupakan sebuah software gratis yang dapat memeriksa hard disk dari kerusakan ... Cek Hard disk Bad Sector dengan Windows Surface Sc... Tipe² RAM ...


Bad Sector / Explore Blog Catalog // Page 3

Windows Surface Scanner. Kerusakan fi sik pada harddisk biasanya dideteksi dengan adanya bad sector, dan sering ditandai dengan system freeze yang frekuensinya sering.


Software Diagnostik HDD "Seagate,Maxtor,WDC,Fujitsu,Samsung,dll

... Software ini adalah utilities tools HDD,diagnosa,Surface ... utilities ini....utilities ini berjalan di windows ... Printer, Scanner & Ink; Drives & Storage; Toys and Hobbies


Tools Lengkap untuk Repair, Restore, & Diagnosa Windows yang ...

Note: Booting untuk Windows Vista dengan menggunakan ... AV Gratis Microsoft Safety Scanner; Mengubah Windows 7 Menjadi ... harddisk indonesia intel internet iphone komputer ...


Diagnosa Kerusakan Komputer dengan Flowchart :: Devo smp 11 ...

25 Aplikasi Gratis di Windows (Part I) Siapa sih yang enga suka dengan yang ... Tentang Scanner Scanner adalah ... Ini bisa kita lakukan dengan melakukan diagnosa ...
»»  READMORE...

cara menginstall webcame

Bagaimana cara menginstal webcam saya?

Pertama, pastikan Anda mengikuti instruksi dari produsen kamera Anda untuk memastikan kamera Anda diinstal dengan benar.
Ini termasuk memasukkan CD instalasi kamera, dipandu melalui beberapa langkah instalasi, dan me-restart komputer Anda. Menghubungkan kabel USB kamera di saat yang tidak tepat selama prosedur instalasi perangkat lunak kamera dapat menyebabkan berbagai masalah.
Untuk menginstal ulang webcam Anda:
Batalkan instalasi kamera yang ada. Klik "Start," "Settings," "Control Panel," dan "Add/Remove Programs". Dari daftar, pilih perangkat lunak webcam Anda dan klik Remove.
Cabut kabel USB kamera dari komputer.
Hidupkan kembali komputer Anda.
Masukkan CD instalasi/pengaturan kamera Anda.
Ikuti instruksi yang diuraikan oleh program pengaturan kamera, dan sambungkan kamera Anda hanya saat diminta. Biasanya dilakukan setelah me-restart komputer Anda.
»»  READMORE...

Cara Membuat Virus Dalam Sekejab !

Masih ingat dengan virus Aksika? Virus “open source” yang satu itu memang memiliki banyak sekali varian. Tidak heran karena source code-nya memang disedia kan bebas di Internet, jadi siapapun dapat dengan mudah mengubah dan meng-compile source code-nya dan jadilah varian baru.
Berawal dari kemudahan itulah, banyak virus maker ataupun programer pemula mencoba–coba untuk membuat virus tanpa perlu repot. Paling yang dibutuhkan hanyalah pengetahuan seputar operating system dan programming.
Namun kemudahan itu belum seberapa, bila dibandingkan dengan menggunakan program Virus Generator. Dari namanya saja, kita sudah dapat mengira kegunaan dari program tersebut. Ya, Virus Generator merupakan program untuk dapat membuat virus secara mudah dan instan.
Bermula dari sampel sebuah virus yang lumayan banyak dikirimkan oleh pembaca kepada kami. PC Media Antivirus mengenalnya dengan nama Gen.FFE-Fajar, namun antivirus lain ada juga yang menyebutnya dengan nama Brontok.D. Dengan penyelidikan sederhana akhirnya diketahui bahwa virus tersebut dibuat menggunakan Virus Generator.
Fast Firus Engine (FFE)
Pembuat Generator tersebut menamakan program buatannya itu dengan nama Fast Firus Engine. Seperti yang terlihat pada program ataupun situs pembuatnya, ia memberitahukan bahwa program ini hanya untuk tujuan pembelajaran dan tidak untuk tindakan merusak. Namun tetap saja, bila program ini sudah jatuh ke tangan yang salah, pasti akan digunakan untuk pengrusakan.
Virus Generator ini dibuat menggunakan bahasa Visual Basic dan di-compress menggunakan packer tELock. Dalam paketnya terdapat dua buah file, yakni Fast Firus Engine.exe dan data.ex_. Fast Firus Engine. exe merupakan program utama dalam pembuatan virusnya dan sementara file data.ex_ sebenarnya merupakan badan virus asli yang belum dimodifi kasi.
Saat file Fast Firus Engine.exe dijalankan, maka pengguna akan dihadapkan pada sebuah interface. Anda hanya disuruh mengisikan nama virus, nama pembuat, dan pesan-pesannya. Lalu dengan menekan tombol Generate, maka jadilah virus Anda.
Cara kerja dari Generator tersebut sebenarnya sangat sederhana. Ia hanya menambahkan data yang Anda masukkan tadi ke bagian akhir file virus asli (data.ex_). Nantinya informasi tersebut digunakan oleh virus dalam proses infeksi.
Bagaimana Virus Menginfeksi?
Virus hasil ciptaan FFE memang terlihat sederhana. Sama seperti Generatornya, ia juga dibuat menggunakan bahasa Visual Basic yang di-compile dengan metode Native- Code. Lalu di compress menggunakan tELock agar ukurannya semakin kecil. Virus ini memiliki ukuran tubuh asli sebesar 55.296 bytes.
Saat virus kali pertama dieksekusi, ia akan membuat beberapa file induk di beberapa lokasi. Seperti di direktori \%WINDOWS%\, akan terdapat file dengan nama.exe, Win32 exe, activex.exe, dan %virusname% (nama virus sesuai yang diisikan oleh sang pembuatnya pada Generator). Di \%WINDOWS%\ %system32%\ akan terdapat file copy.pif, _default.pif, dan surif.bin. Selain itu, ia juga mengubah atau membuat file Oeminfo.ini yang merupakan bagian dari System Properties. Jadi apabila komputer Anda terinfeksi oleh virus hasil generate dari FFE, maka pada System Properties akan terdapat tulisan “Generated by Fast Firus Engine”.
Di direktori \%WINDOWS%\%System%\ akan terdapat beberapa file induk lagi yang menggunakan nama yang sama seperti file system milik Windows, seperti csrss.exe, winlogon.exe, lsass.exe, smss.exe, svchost. exe, dan winlogon.exe.
Dan tak lupa, pada root drive pun akan terdapat file dengan nama “baca euy.txt” yang berisikan pesan–pesan dari si pembuat virus. Jadi pada saat membuat virus dengan menggunakan Generator tersebut, maka pembuatnya akan disuguhkan beberapa kotak input, seperti Author of the virus, Name of the virus, dan Messages. Nah, isi dari kotak messages ini yang nantinya ditampilkan pada file “baca euy.txt” tersebut.
Setelah virus berhasil meng-copy-kan file induknya ke dalam sistem tersebut, ia akan menjalankan file induk tadi, sehingga pada memory akan terdapat beberapa process virus, seperti csrss.exe, winlogon.exe, lsass. exe, smss.exe, svchost.exe, dan winlogon.exe. Nama process yang mirip dengan process/services milik Windows tersebut mungkin sengaja untuk mengecoh user. Untuk membedakannya, Anda dapat melihat path atau lokasi process tersebut dijalankan. Process virus ini biasanya berjalan di direktori System sementara process/services milik Windows yang running biasanya berasal dari direktori System32.
Mengubah Registry
Virus ini menambahkan beberapa item startup pada registry agar pada saat memulai Windows ia dapat running secara otomatis atau untuk mengubah setting-an Windows agar sesuai keinginannya. Informasi mengenai registry yang diubahnya tidak akan dapat dengan mudah kita lihat karena dalam kondisi terenkripsi.
Yang ia ubah adalah seperti nilai dari item Userinit, yakni dengan menambahkan parameter ke file induk. Pada key HKEY_CURRENT_ USER\Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Windows\Load juga akan diubah itemnya agar mengarah ke file induknya dengan nama Activex.exe. Pada HKEY_CURRENT_USER \Software\Microsoft\ Windows\CurrentVersion\Run\ akan terdapat item baru dengan nama present. Key HKEY_ LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\ Windows\CurrentVersion\Run\ akan terdapat item baru juga dengan nama Default dan %username%, username di sini merupakan nama user yang sedang aktif saat itu.
Virus hasil generate dari FFE juga mengubah shell extension untuk file .exe, yakni dengan mengubah type information dari Application menjadi File Folder. Setting-an folder Options juga diubah agar tidak menampilkan extension dan setiap fi le dengan attribut hidden. Dan agar dapat aktif pada safe-mode, ia pun mengubah nilai dari item SafeBoot.
Dengan menggunakan bantuan registry Image File Execution Options, virus ini juga menambahkan item baru pada section tersebut dengan nama cmd.exe, msconfi g.exe, regedit.exe, dan taskmgr.exe. Maksudnya adalah agar setiap user yang mengakses program dengan nama file seperti itu, maka akan di-bypass oleh Windows dan dialihkan ke file induk si virus.
Bagaimana Virus Menyebar?
Virus ini dapat menyebar melalui media penyimpan data seperti flash disk. Saat Anda mencolokkan flash disk pada komputer yang terinfeksi, maka pada flash disk tersebut akan terdapat beberapa file baru, seperti explorer.exe, %virusname%.exe, dan msvbvm60.dll. Juga beberapa file pendukung seperti desktop.ini, autorun.inf agar ia dapat running otomatis pada saat mengakses flash disk tersebut.
File virus lainnya pun disimpan pada direktori baru di flash disk tersebut dengan nama Recycled yang berisikan file Firus.pif dan Folder.htt. Kesemua file virus tersebut dalam kondisi hidden sehingga tidak terlihat.
Virus Beraksi
Untuk dapat bertahan hidup, virus ini pun akan mencoba untuk memblok setiap program yang tidak ia inginkan seperti tools atau program antivirus termasuk PCMAV. Sama seperti halnya data registry yang diubah, data mengenai program apa saja yang diblok olehnya juga terdapat dalam tubuhnya dalam kondisi terenkripsi.
Jadi, saat virus sudah stay di memory, ia akan memonitor setiap program yang diakses oleh user, yakni dengan membaca nama file dan juga caption Window. Beberapa nama file antivirus yang dicoba untuk dibloknya adalah nav.exe, avgcc.exe, njeeves.exe, ccapps.exe, ccapp.exe, kav.exe, nvcoas.exe, avp32.exe, dan masih banyak lagi yang lainnya. Termasuk beberapa program setup atau installer juga tidak dapat dijalankan pada komputer terinfeksi.
Pencegahan dan Penanggulangan
PC Media Antivirus RC19 ini dapat membersihkan komputer terinfeksi secara tuntas dan akurat 100% setiap virus yang dibuat dengan menggunakan Fast Firus Generator. Untuk menghindari aksi blok oleh virus terhadap PCMAV, silakan Anda rename terlebih dahulu file PCMAV misalnya PCMAV-CLN.EXE menjadi MERDEKA.EXE.
»»  READMORE...

Selasa, 07 Juni 2011

Format Gambar Untuk Blog

Sebagai bloger atau webmaster, jika ingin memasukkan gambar ke blog/web, kita harus memilih tipe gambar yang akan kita pakai, apakah JPG, GIF, atau PNG. Jika format yang dipilih tidak sesuai dengan jenis gambarnya, gambar tersebut ukurannya akan lebih besar daripada yang semestinya, dan menyebabkan waktu loading blog/website kita lebih lama. Padahal, pengunjung suka terhadap blog atau web yang loadingnya cepat dan tidak boros bandwidth. Untuk itu, kita harus mengusahakan agar gambar-gambar dalam blog atau website kita memiliki ukuran sekecil mungkin. Caranya bagaimana?
Memilih tipe dan memperkecil ukuran gambar

Jika kita menyimpan gambar dengan program pengolah gambar seperti Adobe Photoshop atau Microsoft Paint, maka kita dapat memlilih format gambar yang sesuai melalui menu File -> Save As dan pilih tipe file yang kita inginkan. Khusus untuk Adobe Photoshop ada feature tambahan yang lebih baik lagi dengan menu File -> Save For Web. Dengan Adobe Photoshop ini, selain dapat memilih tipe gambar, kita juga dapat mengatur kompresi dan kualitas gambar. Berikut ini tipe-tipe gambar yang sering digunakan.
BMP (Bitmap)

Tipe file BMP umum digunakan pada sistem operasi Windows dan OS/2. Kelebihan tipe file BMP adalah dapat dibuka oleh hampir semua program pengolah gambar. Baik file BMP yang terkompresi maupun tidak terkompresi, file BMP memiliki ukuran yang jauh lebih besar daripada tipe-tipe yang lain.
File BMP cocok digunakan untuk:

* desktop background di windows.
* sebagai gambar sementara yang mau diedit ulang tanpa menurunkan kualitasnya.

File BMP tidak cocok digunakan untuk:

* web atau blog, perlu dikonversi menjadi JPG, GIF, atau PNG.
* disimpan di harddisk/flashdisk tanpa di ZIP/RAR, kecuali space tidak masalah bagi Anda.

JPG/JPEG (Joint Photographic Experts Group)

Tipe file JPG sangat sering digunakan untuk web atau blog. File JPG menggunakan teknik kompresi yang menyebabkan kualitas gambar turun (lossy compression). Setiap kali menyimpan ke tipe JPG dari tipe lain, ukuran gambar biasanya mengecil, tetapi kualitasnya turun dan tidak dapat dikembalikan lagi. Ukuran file BMP dapat turun menjadi sepersepuluhnya setelah dikonversi menjadi JPG. Meskipun dengan penurunan kualitas gambar, pada gambar-gambar tertentu (misalnya pemandangan), penurunan kualitas gambar hampir tidak terlihat mata.
File JPG cocok digunakan untuk:

* gambar yang memiliki banyak warna, misalnya foto wajah dan pemandangan.
* gambar yang memiliki gradien, misalnya perubahan warna yang perlahan-lahan dari merah ke biru.

File JPG tidak cocok digunakan untuk:

* gambar yang hanya memiliki warna sedikit seperti kartun atau komik.
* gambar yang memerlukan ketegasan garis seperti logo.

contoh gambar jpg kualitas tinggi

Gambar 1. Contoh gambar kaya warna dengan JPG kualitas tinggi (32kb)

contoh gambar jpg kualitas rendah

Gambar 2. Contoh gambar kaya warna dengan JPG kualitas rendah (14kb)
GIF (Graphics Interchange Format)

Tipe file GIF memungkinkan penambahan warna transparan dan dapat digunakan untuk membuat animasi sederhana, tetapi saat ini standar GIF hanya maksimal 256 warna saja. File ini menggunakan kompresi yang tidak menghilangkan data (lossles compression) tetapi penurunan jumlah warna menjadi 256 sering membuat gambar yang kaya warna seperti pemandangan menjadi tidak realistis. Pada program MS Paint, tidak ada fasilitas penyesuaian warna yang digunakan (color table) sehingga menyimpan file GIF di MS Paint seringkali menghasilkan gambar yang terlihat rusak atau berubah warna. Pada program pengolah gambar yang lebih baik, seperti Adobe Photoshop, color table bisa diatur otomatis atau manual sehingga gambar tidak berubah warna atau rusak.
File GIF cocok digunakan untuk:

* gambar dengan jumlah warna sedikit (dibawah 256).
* gambar yang memerlukan perbedaan warna yang tegas seperti logo tanpa gradien.
* gambar animasi sederhana seperti banner-banner iklan, header, dan sebagainya.
* print shoot (hasil dari print screen) dari program-program simple dengan jumlah warna sedikit.

File GIF tidak cocok digunakan untuk:

* gambar yang memiliki banyak warna seperti pemandangan.
* gambar yang didalamnya terdapat warna gradien atau semburat.

ilustrasi gambar gif transparan

Gambar 3. Ilustrasi gambar transparan dengan GIF pada background kotak-kotak

contoh gambar gif animasi 01contoh gambar gif animasi 02

Gambar 4 & 5. Gambar GIF animasi
PNG (Portable Network Graphics)

Tipe file PNG merupakan solusi kompresi yang powerfull dengan warna yang lebih banyak (24 bit RGB + alpha). Berbeda dengan JPG yang menggunakan teknik kompresi yang menghilangkan data, file PNG menggunakan kompresi yang tidak menghilangkan data (lossles compression). Kelebihan file PNG adalah adanya warna transparan dan alpha. Warna alpha memungkinkan sebuah gambar transparan, tetapi gambar tersebut masih dapat dilihat mata seperti samar-samar atau bening. File PNG dapat diatur jumlah warnanya 64 bit (true color + alpha) sampai indexed color 1 bit. Dengan jumlah warna yang sama, kompresi file PNG lebih baik daripada GIF, tetapi memiliki ukuran file yang lebih besar daripada JPG. Kekurangan tipe PNG adalah belum populer sehingga sebagian browser tidak mendukungnya.
File PNG cocok digunakan untuk:

* gambar yang memiliki warna banyak.
* gambar yang mau diedit ulang tanpa menurunkan kualitas.

File PNG tidak cocok digunakan untuk:

* gambar yang jika dikompress dengan JPG hampir-hampir tidak terlihat penurunan kualitasnya.

ilustrasi png dalam format jpg

Gambar 6. Ilustrasi gambar transparan dengan PNG pada background kotak-kotak (hanya ilustrasi, gambar di atas bertipe JPG).
Raster vs Vektor

Semua tipe file gambar yang disebutkan di atas (BMP, JPG, GIF, dan PNG) termasuk jenis gambar raster (atau disebut juga Bitmap). Gambar raster terdiri dari titik-titik pixel yang jumlahnya tetap. Jika diperbesar, baik di-zoom atau diubah ukuran gambarnya, gambar akan terlihat pecah atau tidak sebagus aslinya. Jenis gambar yang lain adalah gambar vektor. Gambar vektor terdiri dari garis, bentuk, bidang, dan warna yang dituliskan dalam instruksi-instruksi matematis. Jika diperbesar, gambar vektor kualitasnya tetap. Aplikasi pengolah gambar vektor misalnya CorelDraw (CDR) dan Adobe Ilustrator (AI). Gambar vektor saat ini tidak dapat digunakan di web atau browser.

Demikian penjelasan mengenai tipe-tipe gambar, dengan memilih tipe gambar yang sesuai, ukuran file gambar jadi lebih kecil, dan pengunjung web/blog kita tidak perlu menunggu lama pada saat loading dan menghemat bandwidth pengunjung, sehingga pengunjung akan lebih kerasan singgah di web atau blog kita. Semoga bermanfaat.

Penulis: Oka Mahendra (http://tutorialgratis.net)
»»  READMORE...

Modul TKJ PDF

<script type="text/javascript" charset="utf-8" src="http://s6.scribdassets.com/javascripts/doc_widget/v1.1.js"> </script>
<script type="text/javascript" charset="utf-8">
ScribdX.DocWidget.BASE_URL = "http://www.scribd.com";
ScribdX.DocWidget.ASSETS_BASE_URL = "http://s6.scribdassets.com";
(new ScribdX.DocWidget({
    type:"public_document_collections",
    resource_id: 2835082,
    show_resource_owner: true,
    show_doc_thumbnail: true,
    show_doc_owner: true,
    show_doc_reads: true,
    colors: {primary: "#1982AB", secondary: "#302523", label:"#888888", background: "#FFFFFF"},
    height: "400px",
    width: "300px",
    document_order: "ascending"
})).asyncGET();
</script>
»»  READMORE...

Modul TKJ PDF

<script type="text/javascript" charset="utf-8" src="http://s6.scribdassets.com/javascripts/doc_widget/v1.1.js"> </script>
<script type="text/javascript" charset="utf-8">
ScribdX.DocWidget.BASE_URL = "http://www.scribd.com";
ScribdX.DocWidget.ASSETS_BASE_URL = "http://s6.scribdassets.com";
(new ScribdX.DocWidget({
    type:"public_document_collections",
    resource_id: 2835082,
    show_resource_owner: true,
    show_doc_thumbnail: true,
    show_doc_owner: true,
    show_doc_reads: true,
    colors: {primary: "#1982AB", secondary: "#302523", label:"#888888", background: "#FFFFFF"},
    height: "400px",
    width: "300px",
    document_order: "ascending"
})).asyncGET();
</script>
»»  READMORE...